Rabu, 01 Februari 2017

Pilih KUTANG (BH) atau ISInya

Hidup akan sangat melelahkan, sia-sia & menjemukan bila Anda hanya menguras pikiran untuk mengurus BUNGKUS-nya saja & mengabaikan ISI-nya.
Maka, bedakanlah apa itu "BUNGKUS"-nya & apa itu "ISI"-nya.
"Rumah yg indah" hanya bungkusnya.
"Keluarga bahagia" itu isinya.
"Pesta pernikahan" hanya bungkusnya.
"Cinta kasih, Pengertian, & Tanggung jawab" itu isinya.
"Kekayaan" itu hanya bungkusnya,
"Hati yang gembira" itu isinya.
"Makan enak" hanya bungkusnya,
"Gizi, energi, dan sehat" itu isinya.
"Kecantikan & ketampanan" hanya bungkusnya;
"Kepribadian & Hati" itu isinya.
"Bicara" itu hanya bungkusnya,
"Kenyataan" itu isinya.
"Buku" hanya bungkusnya;
"Pengetahuan" itu isinya.
"Jabatan" hanya bungkusnya,
"Pengabdian & pelayanan" itu isinya.
"Pergi ke tempat ibadah" itu bungkusnya,
"Melakukan ajaran Agama" itu isinya.
"Kharisma" hanya bungkusnya,
"Karakter" itu isinya.
"Rizqi" itu hanya bungkusnya.
"Barokah" itu isinya.
Utamakanlah *isi*nya, serta tetaplah merawat *bungkus*nya dengan baik...
Maaf kalau teman-teman dari tadi nunggu2 mana tuh isinya kutang kok tidak muncul2
Makanya... jgn lihat Judul tp lihatlah Isi nya 😃😃.

Kamis, 26 Januari 2017

Akibat hujan deras sejak tadi malam hingga pagi ini membuat sebagian rumah warga di Kecamatan Bajuin terendam banjir dan ruas jalan di desa Bajuin menuju desa Tanjung terputus akibat  derasnya terjangan banjir.(Kamis, 26-01-2017).
Kapolres Tanah Laut, Kasat Sabhara, Kapolsek Pelaihari bersama BPBD, Dinas Sosial Kab. Tala dan Camat Bajuin langsung menuju lokasi untuk melaksanakan pengecekan dan pendataan daerah yang terdampak banjir.
Kapolres Tanah Laut AKBP Sentot Adi Dharmawan,S.IK, MH segera memerintah anggotanya untuk membantu pengamanan dan pengalihan arus lalu lintas pasca banjir, membantu perbaikan bersama sama warga dan unsur terkait serta segera membuat Posko banjir ditempat yang sudah ditentukan bersama.

Lokasi daerah yang terkena dampak bencana banjir adalah :
  1. Desa Kunyit Rt.06 Kec.Bajuin : (sekitar 44 buah rumah yg terendam banjir setinggi 30 - 50 cm, namun air sudah berangsur angsur mulai surut, ternak sapi milik sebagian warga setempat dievakuasi ketempat / jalan yang agak tinggi). Kemudian jalan desa Kunyit menuju Kelurahan Pabahanan sepanjang 30 meter terendam banjir.
  2. Desa Sungai Bakar Kec. Bajuin : (7 buah rumah warga di Rt.2 terendam banjir), (1 buah rumah kayu milik PT. KY yang dihuni oleh sdr Kosasi di Rt.5  hanyut diterjang banjir kerugian ditaksir 15 Juta. tidak ada korban jiwa), (1 buah rumah kayu milik sdr. Samsudin dinding sebelah kanan mengalami kerusakan kerugian sekitar 2 Juta), (Jembatan jalan desa Sungai Bakar Rt.05 menuju ke goa marmer mengalami amblas bagian sisi jalan), (1 buah tiang listrik milik PLN di Rt.05 roboh).
  3. Desa Bajuin Kec. Bajuin : (1 buah toko milik sdr Jurhani Rt.05 mengalami amblas kerugian sekitar 15 juta, tidak ada korban jiwa), (1 buah bangunan untuk pekerja tromol alami rusak terbawa arus banjir, tidak diketahui pemiliknya.), (ruas jalan di desa Bajuin menuju desa Tanjung terputus sekitar 3 meter, tidak ada korban jiwa.), (ruas jalan di desa Bajuin menuju desa Tanjung amblas bagian sisi jalan dengan lebar sekita 30 cm).
  4. Desa Atu Atu Rt.01 Kec. Pelaihari : 20 buah rumah terendam banjir, namun sudah mulai surut, tidak ada kerugian materiil.
Kapolres menghimbau kepada warga masyarakat agar berhati hati dan cepat lapor apabila debit air mengalami peningkatan. Dan kepada anggota Polres Tanah Laut dan Polsek Pelaihari agar melaksanakan patroli ke lokasi lokasi yang rawan banjir guna membantu proses evakuasi terhadap kemungkinan terjadinya banjir susulan.




Rabu, 25 Januari 2017

Dalam rangka untuk meningkatkan kemampuan dan profesionalisme Anggota Sat Sabhara Polres Tanah Laut guna Harkamtibmas, sebagai Pelindung, Pengayom dan Pelayan kepada masyarakat serta untuk menyamakan persepsi cara bertindak di lapangan. Pada hari Rabu tanggal 25 Januari 2017 bertempat di Rupatama Polres Tanah Laut telah dilaksanakan Latihan Fungsi Tehnis Sabhara yang diikuti oleh anggota Sat Sabhara Polres dan Unit Sabhara Polsek jajaran Polres Tanah Laut.


Pelaksanaan latihan Fungsi Tehnis Sabhara dibuka oleh Kapolres Tanah Laut AKBP Sentot Adi Dharmawan, S,IK, MH yang didampingi oleh Kabag Sumda dan Kasat Sabhara Polres Tanah Laut.
Dalam sambutannya Kapolres menghimbau kepada peserta latihan agar mengikuti secara serius dan penuh perhatian agar materi yang disajikan oleh Instruktur dapat diimplementasikan / diaplikasikan di lapangan karena kita sebagai pengemban fungsi Harkamtibmas, Pelindung, Pengayom dan Pelayan Masyarakat, dalam kesempatan latihan ini para peserta apabila ada yang kurang paham atau mengerti segera tanyakan kepada Instruktur sehingga dalam bertindak di lapangan nanti ada persamaan persepsi.

Adapun Instruktur latihan adalah Kasat Sabhara Polres Tanah Laut AKP Riswiadi,S.Sos,M.AP dan KBO Sat Sabhara Ipda Mujiono dengan materi pelatihan fungsi tehnis Sabhara  :
- Penggunaan Gampol Sabhara.
- Penjagaan Perkantoran.
- Penjagaan Tahanan.

- Penjagaan Obyek tertentu
- Serta tehnik tehnik para pendahulu tentang Penjagaan yang perlu kita ikuti sekarang.

Semoga Bermanfaat Bagi Masyarakat.
 

Senin, 16 Januari 2017


Untuk memudahkan pengawasan dan pengamanan jaga tahanan terutama pada saat jam besuk tahanan di Rumah Tahanan (Rutan) Polres Tanah Laut, sesuai dengan arahan dari Pimpinan :

Di Penjagaan Sat Sabhara anggota piket melaksanakan :
1.  Pengecekan terhadap barang bawaan pembesuk tahanan.
2.  Apabila ada makanan untuk tahanan, pembesuk agar mencicipi makanan tersebut terlebih dahulu.
3.  Petugas mengisi cek list terhadap barang yang dibawa pembesuk ke Tahanan.
4.  Memberikan Tanda Tamu besuk tahanan yang dikalungkan di leher pembesuk.
5.  Pembesuk dipersilahkan menuju ruang tunggu besuk tahanan.

Pemeriksaan dilanjutkan di Ruang Tahanan :
1.  Pembesuk antri di ruang tunggu besuk tahanan.
2.  Satu persatu pembesuk yang akan ketemu tahanan terlebih dahulu diperiksa kembali barang yang akan 
     masuk ke ruang tahanan oleh Polwan Sat Sabhara Polres Tanah Laut.
3.  Pembesuk akan dipertemukan dengan tahanan dengan disambut oleh Piket tahanan.
4.  Anggota yang berada di Blok tahanan membawa tahanan yang akan ditemui oleh pembesuk, jadi kunci
     Blok tahanan dibawa oleh anggota yang jaga di Blok Tahanan.
5.  Setiap peretemuan dibatasi waktu kurang lebih 10 menit untuk 3 orang tahanan dan 3 pembesuk.

6.  Petugas Jaga Rutan Polres Tanah Laut terdiri dari :
     a.  1 orang anggota Sat Sabhara yang sudah di sprinkan untuk back up.
     b.  2 orang Polwan Sat Sabhara yang diperbantukan untuk pelayanan besuk tahanan.
     c.  2 orang anggota Sat Tahti Polres Tanah Laut.
     d.  3 orang anggota masing masing dari Satfung Lantas, Reskrim dan Narkoba.
 

Selasa, 10 Januari 2017

Semakin maraknya aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin di Gunung Mayat dan Gunung Belang Daras desa Tanjung Kecamatan Bajuin Kabupaten Tanah Laut Kalsel sehingga dapat merusak lingkungan dan tanah longsor.
Anggota Sat Sabhara Polres Tanah Laut yang dipimpin oleh Kasat Sabhara AKP Riswiadi,S.Sos,M.Ap melaksanakan patroli dialogis ke rumah Kepala Desa Tanjung Kec. Bajuin Sdr Iskandar untuk mencari informasi seputar aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayahnya.
Kepala desa menjelaskan bahwa Penambangan Emas Tanpa Izin dilakukan oleh sekitar 70 orang dari desa Tanjung dan sekitar 30 orang campuran dari desa Pelaihari, desa Bajuin dan sekitarnya. Adapun kegiatan penambangan emas dilakukan dengan 2 cara yaitu :

1. Dengan cara melubangi / menabuk tanah untuk mencari batu yang mengandung emas dengan kedalaman sampai 80 meter.  
2. Tebang Larut : yaitu dengan cara menyemprotkan air ke dinding bebatuan atau tanah gunung dengan menggunakan mesin dumping dengan daya semprot besar untuk melarutkan hasil semprotan ke parit yang sudah dipersiapkan untuk mengikat emas berupa ambal atau keset yang disusun rapi. Cara ini mengakibatkan longsornya tanah dan pepohonan banyak yang tercabut atau tumbang. 

Kemudian Patroli dilanjutkan menuju tempat Penambangan Emas Tanpa Izin yang ada di gunung Mayat dan gunung Belang Daras.
Untuk sampai ke tempat tersebut harus melalui medan yang menanjak, bebatuan, tanah merah licin, sempit dan banyak lobang bekas penambangan emas.

Untuk menuju gunung Mayat masih bisa ditempuh dengan menggunakan motor Raimas Sabhara. Disini tidak ditemukan penambang maupun mesin mesin yang digunakan untuk menambang yang ada hanya lobang dan tenda tenda yang ditinggalkan oleh para Penambang Emas Tanpa Izin.
Kemudian untuk menuju puncak gunung Belang Daras  hanya bisa ditempuh dengan jalan kaki karena jalan sangat licin, bebatuan, tanjakan tinggi dan sangat berbahaya. Disini ditemukan 20 lobang dalam dan tenda tenda, sedangkan para penambang sudah tidak lagi di lokasi.
Menurut informasi masyarakat bahwa puncak gunung Belang Daras merupakan tempat lobang para Penambang Emas Tanpat Izin (PETI) yang sudah menghasilkan milyaran rupiah.

Dalam pelaksanaan patroli ke gunung Mayat dan gunung Belang Daras banyak ditemukan kerusakan batu, tanah akibat banyaknya lobang dan parit untuk Tabang Larut oleh para Pebambang Emas Tanpa Izin (PETI).



Medan menuju gunung Belang Daras


Medan menuju gunung Belang Daras
Meda menuju gunung Mayat


























Kamis, 22 Desember 2016


Sejarah Bhayangkari Polda Kalimantan Selatan tidak dapat lepas dari kisah heroik Mathilda Batlayeri. Seorang istri Polisi yang gugur bersama ketiga anaknya dalam mempertahankan pos/asrama Polisi Kurau, Kabupaten Tanah Laut (dahulu Kewedanaan Tanah Laut).

Pada tahun 1950-an di Kalimantan Selatan terjadi pemberontakan yang dilakukan oleh Ibnu Hajar dengan nama Kesatuan Rakyat yang Tertindas (KRyT). Gerakan Pengacau Keamanan (GPK) KRyT senantiasa melakukan teror dan penyerangan kepada kampung-kampung yang dilaluinya. Tak jarang terjadi penghadangan dan penyerangan terhadap patroli-patroli tentara dan Polisi dengan tujuan merebut senjata sebanyak-banyaknya. Bahkan GPK KRyT tak segan untuk menyerang pos dan asrama militer/polisi.

Pada Rabu, 28 September 1953, dini hari, gerombolan KRyT menyerangan pos/asrama Polisi Kurau yang termasuk wilayah terdepan, mengingat wilayah Kurau merupakan Basis pertahanan GPK KRyT. Dalam penyerangan tersebut, kekuatan GPK KRyT mencapai 50 orang yang dipimpin Suwardi. Mereka bersenjata api yang terbilang modern pada saat itu dan beberapa memakai senjata tajam.

Serangan mendadak di ambang fajar tersebut hanya dihadapi oleh lima orang anggota Polisi bersenjata dan seorang Bhayangkari menggunakan senjata jenis moser milik suaminya. Bhayangkari tersebut adalah Mathilda Batlayeri, yang melibatkan diri dalam pertempuran dikarenakan melihat kekuatan anggota Polisi yang tidak berimbang dalam pertempuran tersebut.

Suami mathilda Batlayeri, AP II (Agen Polisi II) Adrianus Batlayeri, saat pertempuran terjadi sedang mengambil air di sumur, namun karena posisinya yang tidak memungkinkan untuk kembali ke Pos/Asrama, maka Adrianus tidak dapat terlibat dalam pertempuran.

Dalam pertempuran tersebut, GPK KRyT mengalami kesulitan untuk melumpuhkan kekuatan Pos/Asrama Polisi Kurau. Bahkan Suwardi, pemimpin penyerangan, yang konon memiliki ilmu kebal, tertembak oleh Mathilda Batlayeri. Namun, tetap saja pertempuran tidak seimbang. Satu persatu kusuma bangsa berguguran, termasuk ketiga anak dari Mathilda Batlayeri.

Anak Mathilda yang tewas yaitu Alex (9 thn) & lodewijk (6 thn) yang tewas di kamar asrama Polisi, yang mereka tempati dan Max (2,5 thn) tewas di pelukan ibunya. Melihat ketiga anaknya telah tewas, membuat semangat tempur Mathilda Batlayeri, seorang Bhayangkari semakin berkobar, akan tetapi setelah bertempur kurang lebih satu setengah jam, akhirnya Mathilda Batlayeri gugur sebagai kusuma bangsa bersama janin yang sedang dikandungnya. Setelah tidak ada perlawanan lagi dari pihak Polisi, maka GPK KRyT membumihanguskan Pos/Asrama Polisi Kurau. Jenazah Mathilda dan ketiga anaknya turut terbakar dalam kobaran api tersebut.

Semangat juang dan pengabdian yang tiada terkira Mathilda Batlayeri menjadi hal yang patut dihormati dan dikenang. Untuk jasa-jasanya tersebut, atas perintah Kadapol XIII Kaltengsel brigjend Pol. Drs. Moch. Sanusi (Mantan Kapolri periode 1987-1991), pada 13 Agustus 1983 dibangun “Monumen Bhayangkari Teladan Mathilda batlayeri” di Kurau dan selesai di kerjakan pada 15 Oktober 1983. Kemudian bertepatan dengan Hari Pahlawan 10 November 1983, monument tersebut diresmikan oleh Ketua Umum Pengurus Pusat Bhayangkari Ny. Anton Soedjarwo (isteri Kapolri Jenderal Polisi Anton Soedjarwo, periode 1982-1987).

Pada bagian depan Monumen Bhayangkari Teladan Mathilda Batlayeri terukir tulisan yang berbunyi, “KEPADA PENERUSKU, AKU BHAYANGKARI DAN ANAK-ANAKKU TERKAPAR DI SINI, DI BUMI KURAU YANG SUNYI, SEMOGA PAHATAN PENGABDIANKU MEMBERI ARTI PADA IBU PERTIWI”.







(Monumen Bhayangkari Teladan Mathilda Batlayeri)

SUMBER :
Buku Waja Sampai Kaputing
Profil Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan

Rabu, 21 Desember 2016

Dalam rangka kunjungan Kapolri beserta Ibu Ketua Umum Bhayangkari ke Kecamatan Kurau Kabupaten Tanah Laut, Anggota Sat Sabhara Polres Tanah Laut bersama warga masyarakat melaksanakan gotong royong membersihkan mesjid Raudhatur Ridhwan desa Padang Luas Kecamatan Kurau, Rabu (21-12-2016) pagi.

Kegiatan gotong royong tersebut dipimpin oleh Kasat Sabhara AKP Riswiadi, S.Sos, M.Ap bersama anggota Sat Sabhara Polres Tanah Laut dan warga masyarakat desa Padang Luas Kecamatan Kurau membersihkan sampah sampah dan membuangnya ke Tempat Pembuangan Sampah, kemudian dilanjutkan menghampar batu di halaman muka dan samping Mesjid Raudhatur Ridhwan desa Padang Luas.

Dengan kegiatan gotong royong ini diharapkan bisa saling berinteraksi dan memperkuat tali silaturrahmi antara Polri dengan warga masyarakat yang ada di desa Padang Luas Kecamatan Kurau.

Semoga Bermanfaat Bagi Masyarakat.



Followers

Unordered List

Sample Text

Diberdayakan oleh Blogger.

Social Icons

Social Icons

Featured Posts

Sponsor

Artikel Disarankan