Jumat, 23 Juni 2017


Sat Sabhara Polres Tanah Laut Polda Kalsel, membubarkan balapan liar di jalan raya depan Majelis Ta’lim Habib Ahmad desa Kandangan Lama Kecamatan Panyipatan, Jum’at (23/06/2017) sore tadi.

Kasat Sabhara Polres Tanah Laut AKP Riswiadi, S.Sos, M.Ap mengungkapkan bahwa aksi balapan liar tersebut diketahuinya saat melakukan patroli dan sekaligus untuk pengecekan Pembuatan Pos Pengamanan di obyek wisata pantai Batakan dan pantai Takisung. Saat melintas di jalan raya depan Majelis Ta’lim Habib Ahmad desa Kandangan Lama Kecamatan Panyipatan melihat anak anak muda sedang melakukan balapan liar, kemudian Kasat Sabhara bersama anggota langsung berhenti untuk membubarkan tapi mereka langsung bubar melarikan diri yang tinggal hanya para penonton.

Pihak Kepolisian menghimbau kepada seluruh orang tua agar selalu memperhatikan keberadaan anak anak nya. Karena balapan liar selain membuat ketenangan warga terganggu, juga dapat membahayakan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya bahkan jiwa bisa melayang sia sia, mari lebih peduli terhadap anak anak kita jangan sampai mereka melakukan hal hal yang dapat membahayakan dirinya kata Kasat Sabhara.

Semoga Bermanfaat Bagi Masyarakat.


Senin, 19 Juni 2017

Mungkin Anda pernah merasa kesal karena orang lain tidak menghargai Anda. Barangkali Anda juga sering marah karena orang lain tidak memerhatikan Anda.
Pernahkah Anda berpikir bahwa Anda pun mungkin sekali kurang menghargai orang lain atau sering terlalu memperhatikan diri sendiri sehingga lupa memerhatikan orang lain di sekitar Anda? Nah, mungkin inilah yang harus Anda lakukan: menghargai orang lain. Bagaimana caranya?
Mengapa Harus Menghargai Orang Lain?
Suka atau tidak, kita hidup dengan berinteraksi dengan orang lain. Lalu, bagaimana cara kita membina hubungan baik dengan orang lain agar hidup kita menjadi lebih menyenangkan?
Saling Membutuhkan
Pernahkah Anda membayangkan jika segala sesuatu harus dilakukan sendiri: menanam padi sendiri untuk mendapatkan beras; menanam tumbuhan untuk membuat pakaian dan menjahit pakaian sendiri; membangun rumah sendiri dari awal; membuat kendaraan sendiri; mencuci baju sendiri; memasak sendiri; membersihkan rumah sendiri; dan mengambil keputusan sendiri? Pasti itu sangat melelahkan, merepotkan, atau bahkan tidak mungkin dilakukan.
Pasti ada hal-hal yang tidak bisa kita lakukan sendiri dengan baik. Guru membutuhkan murid, penulis membutuhkan pembaca, produsen membutuhkan konsumen, perusahaan membutuhkan karyawan dan konsumen, serta pemimpin membutuhkan anak buah. Tentu saja kondisi ini berlaku pula sebaliknya. Jadi intinya: kita semua saling membutuhkan.
Saling Menguntungkan
Selain saling membutuhkan, ternyata kita semua juga bisa saling menguntungkan. Kita merasa beruntung karena bisa berbagi dengan orang lain: kita mendapat pemasukan uang dan mendapat kepuasan karena ada orang lain yang mau menggunakan hasil karya kita. Orang lain juga merasa diuntungkan dengan kebaradaan kita karena mereka bisa mendapatkan apa yang mereka perlukan dari kita.
Misalnya, murid merasa diuntungkan karena ada guru yang mau berbagai ilmu dan keterampilan. Sebaliknya, guru juga merasa diuntungkan karena ia bisa membagi ilmu dan keterampilan kepada orang lain dan mendapat pemasukan dari pekerjaannya. Produsen merasa diuntungkan karena ada pembeli. Sebaliknya, pembeli juga merasa diuntungkan karena bisa mendapatkan barang atau jasa yang dibutuhkan tanpa harus repot membuatnya sendiri.
Saling Mengisi
Tidak ada satu orang pun yang benar-benar serupa dengan orang lain. Anak kembar sekalipun memiliki perbedaan. Kita memiliki perbedaan dalam kepribadian, talenta, kemampuan, gaya hidup, kebiasaan, dan kebutuhan. Namun perbedaan inilah yang membuat hidup menjadi lebih kaya, bervariasi, dan menyenangkan karena kita bisa saling mengisi.
Banyak restoran muncul karena banyak orang tidak bisa memasak masakan seperti masakan yang disajikan restoran itu, atau karena tidak ada waktu untuk melakukan aktivitas memasak. Banyak kursus bahasa asing juga muncul karena ada orang yang sudah fasih berbahasa asing, sementara ada juga orang yang ingin atau perlu belajar bahasa asing.
Saling Menguatkan
Selain perbedaan, persamaan pun bisa menguntungkan. Orang-orang yang memiliki persamaan bisa saling bekerja sama. Ringan sama dijinjing, berat sama dipikul, begitu kata pepatah. Rupanya pepatah ini muncul dari kesadaran bahwa dengan bekerja sama, segala sesuatu akan terasa lebih mudah.
Masalah menjadi lebih ringan dan menjadi lebih mudah dicarikan solusinya jika dipecahkan bersama. Pekerjaan berat akan menjadi lebih mudah dan lebih cepat selesai jika dikerjakan bersama.
Bagaimana Menghargai Orang Lain?
Tahukah Anda bahwa orang lain akan lebih menghargai orang yang menghargai mereka? Nah, sebelum kita menuntut orang lain menghargai kita, kita perlu terlebih dahulu menghargai mereka. Kuncinya hanya satu: buat orang lain merasa penting dan berharga.
Langkah 1: Kenali Orang-orang Sekitar
Tiap hari kita berinteraksi dengan orang lain. Orang-orang yang paling sering berhubungan dengan kita adalah mereka yang berada di sekitar kita: keluarga, tetangga, dan rekan sekerja. Nah, kenali orang-orang di sekitar kita. Perhatikan bahwa kita memiliki persamaan dan perbedaan dengan mereka. Dengan demikian akan lebih mudah bagi kita untuk bekerja sama dengan mereka dan menghargai mereka.
“Aduh, si Idah sering membuat saya kesal. Saya minta tolong panggilkan taksi biru, ternyata yang dipanggil adalah taksi kuning. Saya minta dibelikan bawang putih, yang dibawa pulang adalah bawang merah,” begitu cerita seorang teman.
Ternyata setelah diselidiki lebih jauh, Idah mempunyai kelemahan mengingat instruksi yang terlalu panjang. Ia cenderung mengingat kalimat terakhir yang diucapkan, apalagi jika kalimat tersebut diulang dua kali.
Sementara itu, teman penulis seringkali merasa khawatir instruksinya tidak dimengerti, sehingga cenderung mengulang “larangan” daripada “instruksi intinya”. Jadi tidak heran jika teman penulis berkata “Idah, tolong panggilkan taksi biru ya, jangan yang kuning. Sekali lagi, jangan yang kuning,” maka yang datang adalah justru taksi kuning. Setelah teman tersebut memahami perbedaan antara ia dan Idah, ia pun bisa mengubah strateginya dalam memberikan instruksi.
Ia selalu menempatkan instruksi di kalimat akhir dan diulang. Sejak saat itu penulis tidak lagi mendengar keluhan dari teman tersebut.
Langkah 2: Fokus pada Kelebihan
Seringkali kita lebih fokus pada kesalahan dan kekurangan orang lain. Hal ini menyebabkan kita sulit sekali menghargai mereka. Sebaliknya, karena kita selalu memperhatikan kekurangan orang lain, orang lain pun menjadi enggan berinteraksi dan bekerja sama dengan kita karena mereka merasa enggan jika selalu merasa “dipermalukan”. Yang perlu kita ubah adalah fokus kita: coba fokuskan perhatian kita terlebih dulu pada kelebihan orang lain, kita akan mendapatkan hasil yang luar biasa.
Coba perhatikan ilustrasi berikut:“Wah, tulisan tanganmu bagus dan rapih. Ibu juga senang kamu bisa menyerahkan pekerjaan rumah ini tepat waktu,” demikian ujar seorang ibu guru pada muridnya.
“Terima kasih, Bu. Saya memang berusaha menulis dengan baik. Namun ada beberapa kata yang masih sulit bagi saya untuk mengejanya. Jadi, lain kali saya akan minta bantuan ibu untuk menjelaskannya lagi dan saya akan berusaha menulis dengan ejaan yang benar,” begitu jawab si anak.
Yah, ternyata sang ibu guru tidak langsung menyalahkan tulisan anak tersebut yang ternyata masih banyak salah. Sebaliknya, ia memfokuskan perhatian pada kelebihannya terlebih dulu. Sang anak yang merasa sangat dihargai karena gurunya memerhatikan kelebihannya, lalu menjadi lebih terbuka meminta bantuan guna memerbaiki kesalahannya.
Langkah 3: Bangun Hubungan Saling Percaya
Ternyata hukum timbal balik memang berlaku dalam hidup ini. Jika kita tidak memercayai orang lain, mereka pun tidak akan memercayai kita. Sebaliknya, jika kita memercayai orang lain, orang lain akan memercayai kita. Sebuah kerja sama bisnis pada dasarnya harus dibangun atas dasar kepercayaan.
Usaha akan sukses dan langgeng jika pimpinan dan karyawan saling memercayai, jika produsen dan konsumen saling percaya. “Saya tahu Anda pernah melakukan kesalahan. Tapi, saya ingin memberikan kesempatan kepada Anda. Saya akan melupakan perbuatan yang lama. Coba kita memulai lembaran baru. Saya percaya Anda bisa berprestasi lebih baik. Saya lihat Anda punya potensi untuk itu. Coba buktikan.” Karena kata-kata inilah, Indra yang tadinya sudah kehilangan kepercayaan diri menjadi termotivasi untuk melakukan yang terbaik bagi pimpinannya yang telah memberikan kepercayaan kepadanya.
Banyak keuntungan yang bisa kita dapatkan jika kita mau menghargai orang lain: kita bisa saling membantu, saling menguatkan, dan saling menguntungkan sehingga hidup menjadi lebih menyenangkan. Sukses untuk Anda.

Senin, 12 Juni 2017



Sat Sabhara Polres Tanah Laut Polda Kalsel melaksanakan giat patroli dialogis di SPBU Kelurahan Angsau dan Sarang Halang Kecamatan Pelaihari Kabupaten Tanah Laut. Senin (12/6/2017).
Giat patroli dialogis ini rutin dilaksanakan oleh anggota Sat Sabhara Polres Tanah Laut guna antisipasi kejadian kriminalitas di sekitar SPBU terutama pada bulan Ramadhan menjelang hari raya Idul Fitri 1438 H. Giat patroli ini juga bertujuan menciptakan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat untuk melaksanakan aktifitasnya.
Disamping pelaksanaan patroli, Sat Sabhara Polres Tanah Laut juga memberikan himbauan kamtibmas kepada masyarakat yang sedang mengisi bahan bakar agar selalu berhati-hati dalam mengendarai kendaraan bermotor, patuhi ketentuan yang ada karena semua itu merupakan keamanan dan keselamatan masyarakat itu sendiri.
Selain itu juga dalam rangka menjelang Ops Kepolisian Terpusat  RAMADNIYA 2017, anggota Sat Sabhara Polres Tanah Laut melakukan kegiatan :
  •  Melaksanakan Pemetaan Terhadap SPBU di Wilkum Tanah Laut Yang Memiliki Tingkat Konsumsi BBM Tinggi Terkait Adanya Antrian BBM Jenis Premium dan Pertalite, Dexlite, Solar Sehingga Dapat Segera Di Lakukan Langkah Antisipasi Terjadinya Gejolak Di Wilayah Hukum Tanah Laut.
  • Melaksanakan Antisipasi Adanya Permainan Spekulan Yang Memanfaatkan Situasi Dengan Melakukan Penimbunan BBM Untuk Mendapatkan Keuntungan Pribadi.
  •  Melakukan Koordinasi Dengan Instansi Terkait Khususnya Pihak Pertamina, Pengelola SPBU Untuk Dapat Berikan Informasi Yang Jelas Kepada Konsumen Agar Dapat Mengatur Penggunaan BBM Tersebut.
  • Melakukan Monitoring, Pengawasan dan Menempatkan Personel Untuk Pengisian Premium dan Pertalite Serta Solar Sehingga Tidak Menimbulkan Gangguan Kamtibmas.
Kasat Sabhara AKP Riswiadi, S.Sos, M.Ap mengatakan, patroli merupakan tugas pokok anggota Sat Sabhara termasuk patroli dengan sasaran SPBU guna mencegah gangguan kamtibmas dan meminimalisir terjadinya tindak kejahatan khususnya mencegah tindak pidana  currat, curras dan curranmor terutama pada saat bulan Ramadhan menjelang Hari Raya Idul Ftri 1438 H.

Semoga Bermanfaat Bagi Masyarakat.


Minggu, 11 Juni 2017


Satuan Sabhara Kepolisian Resort Tanah Laut melaksanakan patroli dialogis mengunjungi obyek vital perbankan, kantor Pegadaian, ATM, pasar dan komplek perumahan warga guna mengantisipasi sekaligus menekan tindak kriminalitas di wilayah hukum Polres Tanah Laut, 
Selasa (09-06-2017).


Pada pelaksanaan patroli kali ini, Anggota Sat Sabhara menyambangi Obvit Perbankan Kantor BNI Cab Pelaihari, kantor BRI Cab Pelaihari. ATM, kantor Pegadaian Angsau, pasar Tapandang Berseri serta komplek perumahan warga Rt.06 Karang Taruna. Dalam patroli tersebut selain melakukan komunikasi dan koordinasi dengan petugas keamanan (satpam), Anggota Sat Sabhara turut menyampaikan pesan dan himbauan kamtibmas agar selalu meningkatkan kewaspadaan dan berhati-hati dalam melaksanakan tugas.

“Jika ada hal-hal yang mencurigakan ataupun ada kejadian harap segera menghubungi pihak kepolisian terdekat, agar segera mendapat penanganan”,


Sementara itu Kasat Sabhara Polres Tanah Laut AKP Riswiadi, S.Sos, M.Ap  mengatakan bahwa patroli yang dilakukan oleh Anggota Sat Sabhara ini merupakan kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap harinya dengan harapan dapat menekan angka kriminalitas sekaligus mengantisipasi terjadinya gangguan kamtibmas.

Semoga Bermanfaat Bagi Masyarakat.







Rabu, 07 Juni 2017

Sat Sabhara Polres Tanah Laut yang dipimpin oleh Kasat Sabhara AKP Riswiadi, S.Sos, M.Ap mengadakan acara malam silaturrahmi dan pengantar tugas bagi anggota Sat Sabhara Polres Tanah Laut yang akan melaksanakan pindah tugas ketempat yang baru di depan penjagaan Sat Sabhara, Rabu malam (07-06-2017).
Acara tersebut sengaja diadakan dan dikemas sedemikian rupa yaitu dengan bakar bakar ikan secara bersama sama kemudian makannya pun hanya beralaskan daun pisang dalam suasana penuh keakraban. Ini menandakan bahwa Sat Sabhara Polres Tanah Laut masih solid dan kompak.

Adapun anggota Sat Sabhara yang akan melaksanakan pindah tugas ke tempat lain sesuai dengan Surat Perintah Kapolres Tanah Laut adalah :
  1. Aiptu AFIANNOR, akan pindah ke tempat baru sebagai Kasium Polsek Bati Bati.
  2. Aipda RUBIYANTO, akan pidah tugas  sebagai Banit Reskrim Polsek Pelaihari.
  3. Bripka SAHABUDDIN, akan pidah tugas ke tempat baru sebagai Ka SPKT Polsek Jorong.
  4. Brigadir AZHAR RIZA KHAIRULLAH, SH, akan pindah tugas sebagai baur Provost Sipropam Polres Tanah Laut.
Kasat Sabhara menyampaikan bahwa mutasi bagi seorang anggota Polri adalah hal yang biasa dan merupakan kebutuhan dari sebuah organisasi dan kita harus melaksanakan perintah Pimpinan tersebut.
Dalam kesempatan itu Kasat Sabhara juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada anggota yang akan melaksanakan pindah tugas yang telah melaksanakan tugasnya dengan baik dan penuh dedikasi. dan mengharapkan agar di tempat tugas yang baru akan lebih sukses dan baik lagi.

Sabhara (Sahabat Baik Hati Rakyat).






    Setelah pelaksanaan apel pagi, Rabu tanggal 07 Juni 2017. Kasat Sabhara Polres Tanah Laut AKP Riswiadi, S.Sos, M.Ap di depan penjagaan memberikan APP kepada khusus anggota Sat Sabhara dengan materi Persekusi dan Diskresi Kepolisian serta Perkap 01 tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan dalam tindakan Kepolisian.

    Kasat mengatakan, setiap Polisi di dunia punya kewenangan Diskresi untuk mengambil upaya paksa atas keadaan genting, namun diskresi jangan sampai diterapkan berlebihan hingga jadi kebablasan seperti penembakan mobil satu keluarga di Sumatera Selatan oleh Polisi. Akibatnya polisi memberondong kearah mobil tersebut. Padahal mereka yang ada di dalam mobil itu hanya warga biasa.
    Setiap anggota Polisi harus punya kemampuan untuk mampu menilai dan mengambil tindakan yang tepat, jika dirasa membahayakan diri sendiri dan masyarakat, petugas bisa melakukan tindakan tegas.

    Selanjutnya Kasat Sabhara memerintahkan anggotanya untuk melakukan peragaan mengenai Persekusi dan Diskresi Kepolisian. Bagaimana jika terjadi satu peristiwa tertentu dan apa yang harus dilakukan polisi, jangan sampai tindakan yang diambil berlebihan, dan jangan terlambat dalam merespon peristiwa tersebut. Bertindak berlebihan tidak boleh, bertindak terlalu kurang juga bisa jadi masalah.

    Kemudian AKP Riswiadi, S.Sos, M.Ap melanjutkan memberikan arahan tentang tahapan Peraturan Kapolri Nomor 1 tahun 2009 sbb :
    1. Tahap I     : Different / Pencegahan.
    2. Tahap II    : Verbal / memberikan peringatan dengan lisan.
    3. Tahap III   : Pegangan tangan lunak.
    4. Tahap IV   : Pegangan tangan keras.
    5. Tahap V    : Dengan menggunakan alat (tongpol).
    6. Tahap VI   : Dengan menggunakan Senpi.
    Diharapkan anggota sat Sabhara Polres Tanah Laut mampu dan mengerti tentang Persekusi dan Diskresi Kepolisian serta Perkap 01 tahun 2009.

    Selama kegiatan berlangsung, berjalan dengan aman dan lancar.




    Selasa, 06 Juni 2017


    Sat Sabhara Polres Tanah Laut dan Satuan Fungsi lainnya yang dipimpin oleh Ka SPKT Ipda Bagus Pitoyo dan Pa Siaga Ipda Teguh Triono melaksanakan patroli pada saat sahur. Kegiatan tersebut untuk memberikan kenyamanan selama bulan puasa sekaligus menekan angka kriminalitas yang cenderung meningkat jelang Lebaran.

    Kegiatan itu akan memperkecil ruang gerak pelaku kejahatan, sehingga akan membatalkan niat untuk melakukan tindak kriminal,” ujar kasat sabhara Polres Tanah Laut AKP Riswiadi, S.Sos, M.Ap. Selasa (06-06-2017).

    Dia mengatakan, saat bulan Ramadan masyarakat terkadang lelah dengan aktivitas yang padat. Seperti saat sahur dan bekerja. Tentu, fokus untuk menjaga keamanan lingkungan sekitar juga berkurang dan kondisi tersebut membuka peluang bagi pelaku kejahatan melakukan aksinya.

    “Dengan Patroli Sahur kami harapkan dapat menekan serta mencegah tindak kriminalitas. Selain itu bisa memberikan keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam menjalankan ibadah selama bulan puasa,” katanya.

    Dia menjelaskan, anggota Sat Sabhara, Sat Lantas, Sat Reskrim, Sat Intel dan anggota Propam dengan menggunakan mobil dinas Sabhara dan Lantas untuk berpatroli tiap sahur dari jam 03.00 s/d 04.00 wita. Mereka akan berkeliling mengawasi daerah-daerah rawan kriminalitas selama bulan Ramadhan.

    Serta sambil memberikan binluh kepada masyarakat yg menyalakan petasan saat sahur, karena di samping dapat membahayakan juga mengganggu kenyaman masyarakat sekitar.

    Anggota sat sabhara mengimbau, bilamana masyarakat mendapati kejadian atau informasi terkait gangguan kamtibmas khususnya di wilayah kab. Tanah Laut untuk segera melaporkan ke kantor polisi terdekat.


    Semoga Bermanfaat Bagi Masyarakat.





    Followers

    Diberdayakan oleh Blogger.

    Social Icons

    Social Icons

    Featured Posts

    Sponsor

    Artikel Disarankan